radio uin

=======================
UIN COMMUNITY Live Streaming Radio


Bila Radionya blm nyala coba Klik INI lalu refresh halaman ini.

LISTEN HERE

Listen with Winamp/iTunes
Listen with Windows Media Player

Tampilkan postingan dengan label entertainment. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label entertainment. Tampilkan semua postingan

Beginilah Cara Menghitung Rating Sebuah Program Di TV

Sering kita denger mengenai rating sebuah program di salah satu stasiun tipi tinggi atopun rendah. Nah, darimanakah sebuah program itu bisa dikatakan ber rating tinggi ato rendah? dan pastinya berimbas pada jumlah iklan pada programnya. Semakin tinggi rating nya, semakin banyak pula jumlah iklannya.. Mungkin ini bisa menambah wawasan kek ane neh nyang belum tawu soal peratingan..Monggo di cekidooot ajah…


Bagaimana pengambilan data kepemirsaan televisi dilakukan?
Pesawat-pesawat TV dan peralatan lain yang dihubungkan dengan TV, misalnya DVD player, Play Station, dll di masing-masing rumah panel dipantau secara elektronik oleh sistem Peoplemeter. Masing-masing anggota rumahtangga diberikan sebuah tombol khusus pada handset Peoplemeter (misalnya tombol 1 untuk Ayah, tombol 2 untuk Ibu, dsb). Anggota rumahtangga diminta untuk menekan tombol handset pada saat menonton TV, dan menekan kembali ketika selesai menonton. Pengambilan data dilakukan melalui dua sistem, yaitu online dan offline. Pada sistem online, data diambil setiap malam melalui sistem telepon yang diset secara otomatis dan dihubungkan dengan sistem pengolahan data sentral di kantor AGB Nielsen Media Research. Sistem online ini dilakukan untuk penarikan data harian (daily rating) di kota Jakarta, Bandung, dan Surabaya. Sedangkan rumah panel yang masih offline di kota lainnya akan didatangi petugas Liaison Officer untuk mengganti modul (alat perekam data) setiap hari Minggu untuk data kepemirsaan hari Minggu hingga Sabtu pada minggu sebelumnya.

Siapa saja yang dijadikan panel dalam pengukuran kepemirsaan televisi (Television Audience Measurement)?
Anggota dari rumahtangga yang memiliki pesawat televisi dalam kondisi berfungsi dengan baik dan berusia 5 tahun ke atas. Semua rumah tangga di 10 area survei AGBNielsen memiliki kesempatan yang sama untuk menjadi panel melalui penyaringan dan pemilihan dengan metode stratified random sampling (penarikan sampel secara acak bertingkat yang dimulai dari tingkat kotamadya hingga ke tingkat RT/Rukun Tetangga; dari masing-masing RT terpilih dipilih satu rumahtangga untuk menjadi panel). Dengan demikian, tidak ada satu rumahtangga pun yang dapat mengajukan diri untuk menjadi panel.

Bagaimana metode Stratified Random Sampling dilakukan dalam proses pemilihan panel?
Pertama-tama, 50 unit rumah tangga dalam lokasi yang memiliki TV dan berada pada lokasi yang berdekatan dikelompokkan dalam sebuah Primary Sampling Unit (PSU). Kemudian, pada masing-masing PSU, rumah-rumah dalam interval tertentu didata demografinya. Kemudian hasil pendataan tersebut dikompilasi, dan dipilih secara acak rumah tangga untuk dijadikan panel dengan mempertimbangkan proporsi umur, gender, serta SES sesuai dengan kondisi populasi. Proporsi populasi didapatkan dari hasil TV Establishment Survey.

Apakah yang dimaksud dengan TV Establishment Survey ?
TV Establishment Survey merupakan survei yang dilaksanakan secara tahunan dan bertujuan untuk :
1. Menetapkan ukuran dan profil demografi penduduk yang memiliki televisi di kota-kota yang dijadikan target Peoplemeter, juga karakteristik penerimaan televisi serta detail kepemilikan barang-barang rumah tangga dari rumah-rumah di area-area itu.
2. Untuk mengidentifikasi variabel-variabel demografik untuk penghitungan jumlah populasi yang sebenarnya dan proyeksi selama pembuatan TV rating. Juga untuk mengetahui jumlah total masing-masing variabel.
3. Untuk membentuk kelompok rumah tangga menjadi panel Peoplemeter.
4. Untuk menetapkan atau meninjau variabel kontrol dan matrix kontrol untuk pemeliharaan panel.

Mengapa tingkat penyebaran panel tidak sama di tiap kota?
Survey AGBNielsen mencakup 10 kota besar, yaitu Jakarta, Surabaya, Medan, Semarang, Bandung, Makassar, Yogyakarta, Palembang, Denpasar, dan Banjarmasin. Tingkat penyebaran panel didasarkan pada survei awal atau Establishment Survey (ES) di 10 kota tersebut. Dari ES, akan didapatkan jumlah rumah tangga (berusia 5 tahun ke atas) yang memiliki TV yang berfungsi dengan baik atau disebut populasi TV. Dari populasi TV, akan diperoleh proporsi populasi TV untuk masing-masing area. Berdasarkan ES, proporsi populasi TV di 10 kota secara berturut-turut adalah: Jakarta-55%, Surabaya-20%, Bandung-5%, Yogyakarta-5%, Medan-4%, Semarang-3%, Palembang-3%, Makassar-2%, Denpasar-2%, dan Banjarmasin-1%. Dengan demikian, jumlah panel yang direkrut adalah berdasarkan pada proporsi populasi TV di masing-masing kota tersebut. Dengan kepemilikan TV di Jakarta adalah 55% dari total kepemilikan TV di 10 kota, maka 55% panel yang direkrut ada di Jakarta, dst.
Hal yang sama juga berlaku dalam hal penyebaran panel berdasarkan target pemirsa, misalnya Status Ekonomi Sosial (SES), pendidikan, pekerjaan, dsb. Sama dengan penyebaran panel per area yang telah dijelaskan diatas, pembagian panel per SES juga didasarkan atas ES. Jika dari ES tergambar bahwa populasi TV Jakarta sejumlah 19% berasal dari SES A, maka panel SES A yang direkrut pun sebanyak 19% dari total panel Jakarta.

Berapa lama usia panel dan bagaimana prosedur penggantian panel?
Lamanya sebuah rumahtangga menjadi panel adalah maksimal 2 tahun, namun penggantian panel tidak dilakukan secara serentak. Tingkat berhentinya suatu rumahtangga sebagai panel secara normal adalah 20-25% dari rumahtangga yang ter-install setiap tahunnya. Tidak ada penggantian yang dipaksakan dalam keadaan normal. Selain penggantian secara normal terjadi pula penggantian panel diakibatkan karena beberapa alasan, diantaranya:
- Penolakan panel rumahtangga untuk meneruskan kerjasama
- Menolak karena tidak memperbolehkan meng-install semua TV
- Perubahan pada kondisi/keadaan anggota rumah tangga
- Pindah rumah/renovasi

Apa yang sesungguhnya diberikan oleh TAM untuk industri?
TAM (TV Audience Measurement) memberikan masukan (dalam kepemirsaan TV) bagi agensi periklanan dan pemilik produk yang menggunakan TV sebagai medium untuk mengkomunikasikan produk mereka.

Apakah Rating Program?
Rating Program adalah rata-rata pemirsa pada program tertentu yang dinyatakan sebagai persentase dari kelompok sampel atau potensi total. Angka Rating Program didasarkan atas unit waktu terkecil 1 menit.

Mengapa rating program diperlukan?
Karena jaringan, stasiun TV, dan produser program tentunya ingin mengetahui apakah orang menyaksikan acara mereka atau tidak, siapa saja yang menonton, dan berapa banyak jumlahnya.

Kapan rating program dipakai?
Ketika ingin mengetahui banyaknya pemirsa yang menonton suatu program pada lintas periode waktu tertentu.

Kapan share pemirsa dipakai?
Share dapat digunakan ketika ingin mengukur persentase pemirsa yang menonton program tertentu dibandingkan dengan program-program lainnya dalam periode waktu yang sama.

Jika rating sebuah program rendah, tidakkah akan berpengaruh dalam pengambilan keputusan?
Beberapa pelaku penyiaran memutuskan untuk melanjutkan program tertentu tanpa harapan untuk meraih rating tertinggi. Beberapa lainnya memutuskan untuk menghentikan tayangan. Hal ini tergantung pada tujuan utama dan strategi bisnis mereka.

Apakah TAM mengukur kualitas program acara?
Tentu saja tidak. Hasil pengukuran hanya akan memberitahu tentang berapa banyak orang yang menyaksikan acara mereka atau kuantitasnya. Banyaknya jumlah orang yang menonton pun tidak bisa secara langsung dikaitkan dengan alasan suka/tidak suka

Jika responden lupa menggunakan handset Peoplemeter ketika sedang menonton TV, bagaimana pengumpulan data kepemirsaan dari responden tersebut ?
Jika TV menyala tanpa seorangpun menekan tombol pada handset, perangkat Peoplemeter akan memberikan sinyal peringatan berupa suara dan running text “Siapa menonton?”. Jika suara dan teks tersebut diacuhkan, AGBNielsen akan bisa mengidentifikasikannya saat data diproses melalui Periodic Statistic Report terhadap “analisis kepemirsaan yang tidak lolos produksi”. Ada patokan tertentu untuk data kepemirsaan yang lolos quality control produksi. Jika patokan tersebut terlampaui, maka data kepemirsaan dari rumahtangga tertentu akan disingkirkan dan tidak akan diproses. AGBNielsen juga akan mengirim petugas untuk melakukan re-edukasi panel untuk menekan tombol. Jika rumahtangga panel tidak memperlihatkan perkembangan setelah dire-edukasi, maka panel akan dilepas untuk diganti dengan panel yang baru.

Apa imbalannya untuk keluarga responden?
Sebagai apresiasi atas partisipasi sebagai responden AGBNielsen, panel mendapatkan poin setiap bulannya. Panel dapat memilih hadiah – yang berupa perabot rumahtangga, seperti timbangan, pan, setrika, tea set, dinner set, panci, kompor, blender, dsb – dari katalog AGBNielsen berdasarkan poin yang dikumpulkan. Semakin lama waktu kerjasama, semakin besar poin yang bisa dikumpulkan. Nilai nominal hadiah yang diberikan tergantung pada jumlah poin tersebut. 

»»  read more

Ustad Yusuf Mansyur

Nama da`i kondang, Ustad Yusuf Mansyur kini menjadi buah bibir di lingkungan kepolisian. Pria muda yang kerap tampil ceramah di televisi ini dilaporkan ke Mabes Polri karena dituding telah melakukan penggelapan sertifikat tanah.
Penceramah beken yang juga pimpinan Pondok Pesantren (Ponpes) Darul Quran, Bulak Santri, Cipondoh, Tangerang, itu dilaporkan oleh wanita bernama Sumarti ke Bareskrim Mabes Polri, Sabtu (15/5) siang dengan nomor laporan TBL:/190/V/2010/Bareskrim, atas tuduhan menggelapkan sertifikat tanah yang di atasnya berdiri empat unit rumah toko (ruko) senilai Rp 10 miliar di Jalan Daan Mogot, Cengkareng, Jakarta Barat.
Menurut Kamal Alamsyah, putra Sumarti, yang mewakili sang ibu, kasus ini bermula 27 November 2003 lalu. Saat itu, kata dia, Ustad Yusuf berjanji akan meminjamkan uang sebesar Rp 1 miliar kepada Sumarti, namun dengan syarat harus meminjamkan sertifikat tanah.
“Memang saat itu ibu saya sedang membutuhkan dana pinjaman,” ucap Kamal usai membuat laporan di Sentra Pelayanan Kepolisian Bareskrim Mabes Polri. Dia datang bersama penasihat hukumnya, Muhammad Solihin.
“Yusuf lantas menyuruh saya datang ke kantor notaris,” tulis Kamal dalam kronologi yang diberikan kepada para wartawan di Mabes Polri, Sabtu (15/5).
Notaris yang ditemui, kata Kamal, bernama Mas Ayu Fatimah Sjofjan, di Jl KH Wahid Hasyim No 52, Jakarta Pusat. Saat tiba di kantor notaris itu, Kemal melihat Ustad Yusuf sudah lebih dulu datang bersama seorang wanita tak dikenal. Selanjutnya, di hadapan notaris, Kamal disuruh mengakui bahwa wanita tak dikenal itu adalah ibunya. “Saya disuruh mengiyakan bahwa wanita itu adalah ibu saya. Dialah yang memalsukan tanda tangan ibu saya dalam Akta Perjanjian Kredit Nomor 14,” ujar Kamal.
Setelah keluar dari kantor notaris, Kamal tidak diberikan pinjaman uang sebagaimana yang dijanjikan.
Sementara sertifikat hak milik tanah itu sekarang sudah dijaminkan di PT Bank Asiatic (sudah dilikuidasi) untuk meminjam uang Rp 4 miliar.
Dalam akta penjaminan kredit itu, kata Muhammad Solihin, peminjam diatasnamakan Thio Han Ing, pengusaha yang berdomisili di Banjarmasin, Kalimantan Selatan.
“Thio Han Ing tidak pernah mencicil pinjaman sehingga kreditnya macet pada tahun 2007. Terus bangunan itu akan dilelang oleh tim likuidasi PT Bank Asiatic. Taksiran harganya Rp 10 miliar,” jelas Solihin.
Kamal mengaku telah mencoba dengan cara kekeluargaan untuk menyelesaikan kasus ini, tetapi tidak menemui titik temu, sehingga dia memutuskan melapor ke Bareskrim Polri. “Dia selalu berjanji akan menyelesaikan, tetapi sampai sekarang belum diselesaikan,” tuturnya.
Kasus Lama
Ketika dihubungi melalui ponselnya, Ustad Yusuf Mansyur tidak mengangkatnya meski ada nada panggil. Demikian juga ketika dikirimkan SMS, penceramah kondang ini tak membalas.
Ustad Jamil, salah seorang asisten Ustad Yusuf Mansyur, saat dihubungi melalui telepon, Sabtu malam, mengatakan kasus tersebut kasus lama dan sudah diselesaikan kekeluargaan.
Dia mengakui, antara Ustad Yusuf dan Kamal sebelumnya merupakan sahabat dan rekan bisnis. Keduanya, kata dia, dulunya sama-sama kuliah di IAIN Syarif Hidayatullah, Ciputat, Jakarta Selatan. Laporan yang dilayangkan itu, kata Jamil, hanya untuk mencari sensasi.
Saat diminta untuk berbicara dengan Ustad Yusuf, Jamil beralasan kalau da’i kondang itu sedang berada di Brebes, Jawa Tengah untuk sebuah urusan. Saat diminta nomor ponsel Ustad Yusuf yang lain, Jamil langsung mematikan sambungan telepon. Sedangkan asisten Ustad Yusuf lainnya, Hendi Irawan, mengatakan, apa yang dilaporkan Kamal merupakan fitnah.
Kepala Divisi Humas Mabes Polri Irjen Pol Edward Aritonang dihubungi via telepon mengatakan belum menerima laporan itu. Prinsipnya, kata Edward, setiap laporan akan ditindaklanjuti dan jika terbukti bersalah maka orang yang dilaporkan bisa dijadikan tersangka.
Ustadz Yusuf Mansyur dikenal sebagai pimpinan Ponpes Darul Quran, Bulak Santri, Cipondoh, Tangerang, juga pimpinan pengajian Wisata Hati. Ustadz kelahiran Jakarta, 19 Desember 1976 ini melalui perjalanan berliku sampai menjadi ustadz terkenal seperti sekarang.
Ustadz Yusuf lahir dari keluarga Betawi pasangan Abdurrahman Mimbar dan Humrif’ah. Lulusan terbaik Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 1 Grogol, Jakarta Barat tahun 1992 ini pernah kuliah di jurusan Informatika namun berhenti karena lebih suka balapan motor.
Pada 1996, dia terjun di bisnis informatika. Namun bisnisnya malah menyebabkan ia terlilit utang miliaran. Gara-gara utang itu pula, Ustadz Yusuf merasakan dinginnya penjara selama dua bulan. Setelah bebas, Ustadz Yusuf kembali mencoba berbisnis tapi gagal lagi dan terlilit utang lagi. Ia pun kembali masuk bui pada 1998.
Saat di penjara itulah, Ustadz Yusuf menemukan hikmah tentang shodaqoh. Selepas dari penjara, Ustadz Yusuf berjualan es di terminal Kali Deres. Berkat keikhlasan sedekah pula, akhirnya bisnis Ustadz Yusuf berkembang. Tak lagi berjualan dengan termos, tapi memakai gerobak, Ia juga mulai punya anak buah.
Hidup Ustadz Yusuf mulai berubah saat ia berkenalan dengan polisi yang memperkenalkannya dengan sebuah LSM. Selama kerja di LSM itulah, Ustadz Yusuf membuat buku Wisata Hati Mencari Tuhan Yang Hilang, buku yang terinspirasi pengalamannya di penjara saat rindu dengan orangtua. Tak dinyana, buku itu mendapat sambutan luar biasa.
Ustadz Yusuf sering diundang untuk bedah buku tersebut. Dari sini, undangan untuk berceramah mulai menghampiri. Di banyak ceramahnya, ia selalu menekankan makna di balik sedekah dengan memberi contohkisah dalam kehidupan nyata.
Karier Ustadz Yusuf makin mengkilap setelah bertemu Yusuf Ibrahim, produser PT Virgo Ramayana Record dengan meluncurkan kaset Tausiah Kun Faya Kun, The Power of Giving dan Keluarga.
Konsep sedekah pula yang membawa suami Siti Maemunah dan ayah tiga anak ini masuk ke dunia seni peran. Melalui acara Maha Kasih yang digarap Wisata Hati bersama SinemArt, ia menyerukan keutamaan sedekah melalui tayangan yang didasarkan pada kisah nyata.
Ustadz Yusuf juga menggarap film berjudul Kun Fa Yakuun yang dibintanginya bersama Zaskia Adya Mecca, Agus Kuncoro, dan Desy Ratnasari. Film ini merupakan proyek pamungkas dari kegiatan roadshow (ceramah keliling) berjudul sama selama Januari-April 2008.
Melalui Wisata Hati, ia menyediakan layanan SMS Kun Fayakuun untuk menemukan jawaban atas permasalahan yang ada. Ia juga menggagas Program Pembibitan Penghafal Al Quran (PPPA), sebuah program unggulan dan menjadi laboratorium sedekah bagi seluruh keluarga besar Wisata Hati. Donasi dari PPPA digunakan untuk mencetak penghafal Alquran melalui pendidikan gratis bagi dhuafa Ponpes Darul Quran Wisatahati.
Meski tak sempat menuntaskan kuliah, Ustadz Yusuf bersama dua temannya mendirikan perguruan tinggi Sekolah Tinggi Ilmu Komputer Cipta Karya Informatika. [surya]

»»  read more